Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Selamat malam seluruh netizen dan blogger, bagaimana kabarnya ? Semoga baik - baik saja dan senantiasa di bawah naungan rahmat-Nya.
![]() |
| Ilustrasi Mesin Waktu |
Menariknya lagi, tahun lalu, saya mendengar adanya pengakuan Putra Kandias yang mengaku datang dari tahun 2035, yang berniat "mampir" sebentar serta membocorkan berbagai kejadian di masa depan yang sebagian besar tidak terjadi alias "hoax". Nama Putra Kandias pun menjadi terkenal di berbagai media sosial. Usut punya usut, ternyata Putra Kandias adalah seorang siswa SMP dari Palembang yang fotonya disalahgunakan oleh pihak misterius untuk mencari sensasi. Ada - ada saja kan? Nah, terinspirasi dari perdebatan tersebut, saya pun mendapat ide untuk mencari tahu lebih lanjut tentang pro kontra Mesin Waktu sekaligus menulisnya di blog saya.
Nah, langsung saja to the point. Sebagaimana yang kita ketahui, Mesin Waktu atau Time Machine adalah suatu hipotesis tentang mesin yang mampu mengubah dimensi ruang dan waktu suatu obyek. Ibaratkan si Fulan, masuk mesin waktu pada tahun 2012, dan dia dapat ke ruang dan waktu pada tahun 1990 misalnya. Masalahnya, ada orang yang Pro, yang yakin akan dapat ditemukan. Sedangkan yang kontra, mengatakan bahwa hal itu terlalu mustahil untuk dilakukan. Untuk memprediksi bakal adanya Mesin Waktu, maka kita harus paham ilmu dasar Fisika Relativitas dan Quantum Einstein dll. Disini saya hanya menjelaskan secara garis besarnya saja.
Menurut Newton, waktu itu ibaratkan anak panah yang melesat,
yang berjalan dalam kecepatan statis, dan tidak dapat diperlambat, dipercepat,
atau dihentikan. Inilah dasar saya, waktu itu tak bisa digugat. Teori Einsten
pun, meragukan teori mesin waktu tadi. Menurut para penelitian dari Hongkong
Technology, yang dipimpin oleh Du Shengwang, bahwa Foton ( Benda yang tak
memiliki massa, memiliki momentum dan statis ), tidak pernah melewati batas
kecepatan c ( kecepatan cahaya ). Dan jika anda ingin menjelajah waktu, maka
anda mesti menemukan suatu Energi yang kecepatannya melebihi kecepatan cahaya.
Bagaimana menurut pandangan Islam menurut Al Quran ? Pada Al quran, Allah berfirman :
Artinya : “Dia mengatur urusan dari langit ke bumi, kemudian (urusan)
itu naik kepada-Nya dalam satu hari yang kadarnya adalah seribu tahun menurut
perhitunganmu.”
Bagaimana menurut pandangan Islam menurut Al Quran ? Pada Al quran, Allah berfirman :
![]() |
| Q.S. as-Sajdah/32:5 |
Allah berfirman didalam ayat tersebut bahwa urusan
(malaikat) naik kepada Allah dalam waktu satu hari atau seribu tahun dalam
hitungan bulan (lunar). Jika dikonversikan jarak tempuh satu hari dalam ayat
tersebut, maka berarti jarak tempuh dalam satu hari itu adalah sejauh
25.902.072 km. Sehingga dalam seribu tahun 155,412,432,000,000 km. Atau jika
dihitung dalam ukuran waktu maka ditemukan bahwa jarak tempuh cahaya
(malaikat)/detik adalah sejauh 299792.5 km/detik. Sedangkan kecepatan bumi mengelilingi matahari adalah 1674
km/jam atau 456 m/detik. Coba bandingkan jarak tempuh antara kecepatan cahaya dengan
kecepatan bumi mengelilingi matahari. Selain itu, Allah telah berfirman dalam Al Qur’an :
![]() |
| Q. S. al-Baqarah/2:30 |
Artinya : “Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka
berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang
akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa
bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman:
“Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”
Perkara ghaib adalah rahasia Illahi. Lalu apa hubungan Al Quran dengan Mesin Waktu?
Baiklah, mari kita ulangi lagi apa yang telah kita bahas di
paragraf atas.
Kecepatan Cahaya (waktu tempuh malaikat/”urusan”) adalah
299792.5 Km/detik, sedangkan kecepatan bumi adalah 456 m/detik. Yang berarti
bahwa seharusnya malaikat mampu menembus kecepatan bumi, bahkan harusnya malaikat mampu “melihat” masa depan dan masa lalu. Tapi apa
yang terjadi? Hal itu tidak dapat dilakukan oleh Malaikat, karena dimensi ruang
itu adalah milik Allah dan merupakan masalah ghaib. Bahkan Syaithan pun tidak
mampu “melihat” masa lalu dan masa depan. Hal itu bisa kita lihat dalam ayat
berikut ini:
![]() |
| Q.S. al-Jinn/72:9 |
Artinya : “Dan sesungguhnya kami dahulu dapat menduduki beberapa
tempat di langit itu untuk mendengar-dengarkan (berita-beritanya). Tetapi
sekarang barang siapa yang (mencoba) mendengar-dengarkan (seperti itu) tentu
akan menjumpai panah api yang mengintai (untuk membakarnya).”
Dari ayat tersebut, dapat kita ketahui bahwa Syetan tak mampu melihat massa lalu dan massa depan.
Lalu
bagaimana dengan Perisriwa Isra Miraj Nabi Muhammad yang menembus
langit dalam waktu semalam? bukankah itu melebihi kecepatan cahaya? Jawabannya, Subhanallah. Memang itu adalah salah satu Mukjizat para Rasul dan Mukjizat
itu hanya berlaku untuk Rasul pula. Rasul adalah manusia pilihan,
sebagaimana firman Allah sebagai berikut :
![]() |
| Q.S. al-Jinn/72:27 |
Artinya : “Kecuali
kepada rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan
penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya."
Nah, sekian atas pro kontra adanya Mesin Waktu. Masihkah Anda percaya akan adanya Mesin Waktu? Kalau saya secara pribadi masih bersikukuh dengan tidak percaya. Tetapi, Allah-lah yang lebih Maha Mengetahui. Wallahu A'lam Bishawab.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Sumber : Al Quran; Mesin Waktu menurut Pandangan Islam (dikutip dari www.maulanaaufar.blogspot.com); Mesin Waktu menurut Islam (dikutip dari www.khusnul-afifa.blogspot.com); Wawasan Alquran : Tafsir Madhu'i atas berbagai persoalan Umat. (karangan Dr.M Quraish Shihab. MA, terbitan Mizan)





Tidak ada komentar:
Posting Komentar